Batam – Pagi tadi (15/8/2017) Ayah Andika, Sopian, tampak histeris begitu mengetahui anaknya jadi korban kecelakaan di Taman Sari, Tiban, Sekupang, Batam.

Pelajar SMA Negeri 4 Batam itu diduga tewas di lokasi kejadian. Ia sempat tergeletak selama sekitar tiga jam setelah mengalami kecelakaan tunggal.

“Laillahaillallah, Laillahaillallah, Laillahaillallah,” ujar Sopian, dengan nada histeris sembari membopong jasad anaknya.

Sopian tampak panik. Ia bahkan berteriak dan kesal karena tak seorang pun yang menolong anaknya tersebut.

Ia terlihat meraung-raung menangisi kondisi anaknya. Dibantu seorang warga, Sopian menggotong anaknya ke depan jalan masuk perumahan Taman Sari.

“Kok dibiarin aja!” ujar Sopian berteriak histeris. Ia tak henti-henti menangis dan melihat kondisi anaknya tersebut.

Sesekali ia mencium wajah anaknya. Beberapa warga terlihat hanya menonton. Andika mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Tiban.

Ia yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion menghantam pembatas jalan dan menabrak tembok.

Di lokasi kejadian terlihat jelas bekas ban menggilas pembatas jalan dan menabrak tembok serta mematahkan tanahan jenis pinang di tepian jalan tersebut.

Saat dikerumuni warga, jasad Andika sudah ditutupi kertas koran. Beberapa orang warga tampak melintas di sekitar jasad Andika menuju halte di seberangnya.

Andika dibiarkan terkapar di jalan perlintasan antara perumahan Taman Sari dengan halte bus Trans Batam. Tak berapa lama, polisi yang sudah terlebih dahulu datang membawa mobil patroli, mengevakuasi Andika ke RSBP Batam di Sekupang.

LEAVE A REPLY