Satlantas Polres Tanjungpinang belum menerapkan e-tilang kepada pelanggar lalu lintas, karena masih menunggu keputusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dalam menetapkan besaran jumlah denda tilang terhadap pelanggar lalu lintas.

“Kami masih berkoordinasi dengan pengadilan terkait masalah denda dalam penerapan e-tilang. Kalau diterapkan denda maksimal akan memberatkan masyarakat,” kata Kasatlantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Ramdhani Yowa di Polres Tanjungpinang, Minggu (7/5).

Menurut dia, besaran jumlah denda yang akan diterapkan telah diusulkan kepada PN Tanjungpinang. Namun, berapapun denda yang akan diberlakukan nantinya merupakan keputusan dan kesepakatan dari hakim PN Tanjungpinang. “Keputusan hakim supaya tidak memberatkan masyarakat. Nantinya masyarakat tidak sanggup membayar denda,” ujar Krisna.

Dia memperkirakan, besaran denda pelanggaran lalu lintas mulai dari Rp75 ribu hingga Rp2 juta. Semakin berat pelanggarannya, denda yang akan diberikan semakin tinggi. “Besaran denda tergantung akumulasi pelanggaran atau mengambil denda terbesar,” kata Krisna.

Dia mengatakan, saat ini e-tilang trlah diterpakan di Natuna dan Kota Batam. Penerapan e- tilang untuk menghindari praktek pungutan liar oleh petugas. Juga memudahkan masyarakat membayar denda, tanpa harus menunggu sidang pengadilan.

Sebelumnya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro mengatakan, aturan baru pembayaran denda tilang akan menghilangkan pandangan buruk masyarakat terhadap petugas Satlantas. Melalui e-tilang pelanggar langsung membayarkan denda ke bank yang ditunjuk. “Dengan e-tilang tidak ada lagi kesan-kesan negatif kepada polisi, karena pelanggar membayarnya ke bank yang sudah ditentukan,” ujar Joko.

Dia mengatakan, pengendara supaya tidak dikenakan tilang harus mematuhi aturan berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran dalam berkendara. “Mudah-mudahan pengendara di Tanjungpinang lebih mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.

 

LEAVE A REPLY